Showing posts with label remembrance. Show all posts
Showing posts with label remembrance. Show all posts

Tuesday, April 06, 2021


persiden sudah pulang

dan penantianmu sia sia

tak ada karya megah

percaya kan?


dan aku melihat padang rumput lengang

hanya satu kuda tanpa penunggang

lelah menanti di ujung jalan 

tiba tiba meringkik lalu menoleh garang

nanar mata menatap riang

ah

akhirnya

persiden  pulang juga

dan penantian tak sia sia

(au revoir umbu le roi, upper river, 6 april 2021, 11.14 pm)

Saturday, February 20, 2021

 iwish

setelah ini

setiap nano seken hidupku

tak lagi penuh sesak

dengan ingatan tentang kamu

iwish

harapanku menua renta

bahkan untuk membayangkan

pun tak mampu dan (tak mau)

iwish

aku tak lagi mencekal erat

kata bijak

kalau tak sekarang

kapan lagi

. . . 

tak ada kapan

sekarang dan esok saja

tak ada kemarin

karena masa lalu

adalah

duka yang tak tertahankan dan

cobalah buka pintunya

kalau kamu bisa

kerna telah kulumat

kuncinya

dengan bara lara

jadi jimat penanggung rindu

kutaruh di pinggan belah

kulayarkan nun jauh

arah samudra

tak berbenua

hanya pulau kecil

dan

aku

menunggumu

disana

. . .

iwish

(teringatb,diantaraindonesianidoldanbitcoin,10lewat10malam,upperriver,20februari2021)


Thursday, April 07, 2016

hasi #2 (the day hasi die)

bagiku kalah menang bukan tujuan
bagimu itu adalah pencapaian yang hampir kau anggap ketuhanan
bagiku bajingan adalah orang orang yang berani menunjukkan ketidaksempurnaan
bagimu mereka adalah orang orang yang tak punya kebaikan
bagiku perbedaan adalah perjuangan untuk mengerti dan menerima
bagimu adalah perjuangan untuk menjadikannya sama
bagiku kasih adalah terbuka selebar lebarnya
yang kamu tidak mau
dan
tidak terima
dan
tidak rela
kerna
bagimu
itu
adalah
telanjang
dan
sia
sia...

(teringat mencari yang lebih su** untuk menutup ketidaksu**an, 00.11wib@polty, 7 april 2016)

Friday, November 20, 2015

a walk down memory lane*

kata faulkner
the past is never dead
it’s not even past
dan tentu
butuh kepastian ruang dan waktu
supaya fiksi jadi true
karena
memori
terbuat
dari itu
kataku...

*judul sub-bab dari trauma and memory: brain and body in a search for the living past - peter a. levine, 2015

(mejahitampanjang, 21.57 wib jumat 20 nopember 2015, au revoir erwin...)




Thursday, September 17, 2015

sesorean ini

teringat b bercengkerama dengan jemima
di pojok kampung saling memainkan boneka botol plastik mereka
bercanda tertawa menoleh padaku
membicarakan aku rupanya

sesorean ini
teringat jemima perform dengan bonekanya
kalangan bundar besar di tatap para afrikan
saudara kakek nenek om tante dan para tetangga
teringat butir mengalir airmata b menikmati keberhasilannya
sambil memeluk pinggangku
life is good keluar dari bibir pecahnya
entah gumam entah tanya
tapi aku bisa merasakan kegembiraannya

sesorean ini
aku bertanya tanya
sudah sampaikan putaran itu kembali
seperti dulu jaman sekarang
tapi pasti berakhir seperti itu?
dan kalau kamu baca ini
dan kalau kamu mencoba mengerti
dan kalau kamu menopang dagumu
lalu seakan tidak peduli
berarti
dermolen
itu
berputar
lagi

(mejaputihpanjang, 17.28 wib kamis 17 september 2015)

Thursday, September 11, 2014

rooftop (kenapa kamu?) #1

kakimu menjuntai goyang goyang mengejek orang orang yang lalu-lalang sembilan puluh sembilan meter di bawahmu, mengunjuk-unjuk kan kakimu ke setiap orang yang melihat ke arahmu hingga makin banyak yang tengadah dan terperangah, tingkah polahmu duduk dipinggir rooftop itu telah membangunkan kegamangan banyak orang di bawah.
kenapa kamu? rasa duka apa yang mengharubiru sampai tidak peduli lagi keselamatan dirimu....?.
sembilan langkah di belakangmu aku menyapamu ‘baiiiin... ini impossible....!’ sedikit berteriak, mencoba menembus derasnya suara angin di ketinggian itu,
‘aku bukan shontelle..!’ teriakmu ketus1
then get stronger...!’ balik ketus aku 2
 ‘everything kills...!’ 2 teriakmu, sambil reflek membuatmu menoleh dan kulihat matamu tak lagi terang sepertinya penuh dengan airmata yang kau tahan untuk tak mengalir keluar.
‘goooostialah....’ gumam hatiku, apa yang terjadi padamu?; dan entah kebodohan entah kerna kebersamaan kita menembus halang rintang antara hidup mati selama ini, tiba tiba saja aku melangkah kearahmu, tak beban tak takut aku lalu duduk persis disebelahmu persis seperti posisimu, dan lamat tapi panjang suara ‘ haaaahhhh’ terdengar dari bawah (dan kamu tak sedikitpun peduli, menolehpun kamu tidak ke aku... brengsek..!).
entah berapa menit kita hanya diam, lalu ‘stop over-analyzing...’ begitu saja kamu menggumam
aku menoleh ke kamu, tak kusadari ‘life is simple...’ keluar begitu saja dari mulutku
this is your life, do what you love....’ sambungmu tanpa jeda
and do it often...!’ sahutku, menoleh kearahmu, dan deras air mata mengalir dari kedua ujung pelupuk mata mu... shiiiit!
(iya kita selalu ingat mantra itu: stop overanalyzing life is simple this is your life do what you love and do it often!, ketika sembilan anak panah merajam kaki perut dan dada pak martin pejuang lembah damal, ketika sarah blackmore bersimbah darah di pelukanku kena peluru nyasar diantara perkelahian liar di kafe raki di istambul malam itu, ketika bi-plane kita  nyungsep ke lumpur sungai atsj di asmatipura (istilahmu) beserta 2 ibu hamil tua dan 2 anjing kesayanganmu, ketika antara banja luka dan avala diantara serakan alat perang kita kubur siapapun yang homecoming.... katamu. iya kita selalu ingat mantra itu, kita pakai untuk doa duka dan luka perjuangan, perang dan penguburan....!)
 ‘ruok?’ 3 tanyaku, dan kamu cuma menatapku tersenyum, menyilangkan tangan kiri, mengepal dan menepuk-nepuk kan ke dada kanan
bulshiiit..!’ lanjutku sambil juga tersenyum membalas tatapanmu
 ‘who are you to judge me...?’ balasmu sambil menjentikkan sisa samsu ke bawah, melayang jauh dan kita tatap gerak setengah lengkung  nya sampai jatuh menyentuh trotoar seberang jalan antara stan penjual buah dan koran.
‘aku tidak akan lompat’ katamu sambil melihat kebawah sembari tetap menunjuk dan menggoyang kakimu
‘lalu sekarang ini apa?’ timpalku
‘ini ritual bunuh diri... membayangkan apa yang bisa terjadi, apa yang akan terjadi...’ lanjutmu
‘tapi tidak sampai mati?’ tanyaku sambil menggeser pantatku lebih kebelakang
‘tidak tahu juga... apa yang bisa terjadi ketika kamu seperti aku sedang membayangkan apa yang bisa dan apa yang akan terjadi?’ jawabmu tanpa ekspresi seperti biasanya kalau kamu sedang berbohong ke aku
‘kamu tidak akan mati..., kamu akan menikmati ini semua, lalu pulang dan membuka volume amplimu sebesar besarnya, lalu memutar classic rock sebebas bebasnya, lalu kamu memeluk guling, lalu tidur...!’ komentarku
‘lalu kamu merasa lega ketika itu semua memang terjadi..?’ jawabmu
‘tidak juga... te-ao4 akan tetap mengikutimu.. bahkan tidurmu pun tak kan jenak dan bangunmu akan menunggu peluk cium selamat paginya...’ jawabku terguguk dan aku mulai menangis sekarang... shiiit..!
‘aku sudah mati han... jadi sekarang ini adalah ritual.. tentang orang mati yang tak sempat menjalani proses matinya, tentang kematian yang dinikmati setelah kejadiannya, jadi te-ao bukan bagian dari ini, itu bagian kesedihan mu.. jangan ikut-ikut kan aku...’ khotbahmu
‘ya sudah.. kamu sudah mati sekarang.. semua ini ritual.. kamu sudah mati....! sebelum atau sesudah te-ao mati?’ jawabku emosi
kamu memandangku,  aura benci di matamu.. entah ke siapa, lalu ujarmu ‘te-ao tidak mati han.. kamu sendiri yang memeluknya, aku yang menahan belakang kepalanya dan kita yang membersihkan tebaran daging dan ceceran darahnya... kamu dan aku yang mendengar pesan terakhirnya: guys.. i’m not dying.... i’m leaving....!
‘iya bai.. she was leaving... not you...’ sahutku sinis dan tetap menangis, sementara orang orang dibawah makin ramai memandang ke arah kami, ambulan dan polisi sudah datang dan beberapa dari mereka tampak berlarian ke arah pintu lobby gedung yang rooftop nya sedang kami duduki
come on bai... all is over.. all is ok.. ayo turun..’ lanjutku
kamu diam saja, tak sedikitpun bereaksi
‘bai..’ lanjutku, ‘tea-ao mati bukan karena aku bukan karena kamu bukan karena orang lain... tea-ao mati..’
‘karena kita terlalu bangga dan terpana atas kegilaannya...!’ sahutmu ketus
‘te-ao mati karena kita tidak pernah terpikir bahwa kegilaan atas nasib manusia akhirnya bisa membunuh dia..!’ lanjutmu sambil mengusap ingus dan air matamu
kalimat terakhirnya membuatku terdiam, mulutku kaku seakan memberi tanda untuk jangan mengatakan apapun lagi... jadi aku tetap diam dan begitu saja beribu frame film tentang masa masa itu, masa masa dengan bain dan te-ao bertiga menjelajah dunia berputar lambat, sekelebat demi sekelebat di kepalaku
aku mual tiba tiba, kepalaku berat dan rasaya melayang serasa lega kalau aku biarkan tubuhku jatuh melayang kebawah dan lalu berakhir diam di trotoar sekan tidur panjang tanpa mimpi dan terbangun tengah malam, aku harus bergerak, berdiri dan meninggalkan tempat ini, aku tiba tiba saja merasa panik dan takut yang berlebihan
....................
aku harus mengakhiri tulisan ini, di lantai enampuluh tiga di kamarku, aku duduk menghadap jendela, atap setengah kubah indoor stadium merona merah kena matahari sore, jendelaku terbuka lebar, angin dingin menerpa dinding dan memantul ke punggungku, tidak terdengar suara nguing nguing ambulan di bawah, tidak juga teriakan orang selayaknya melihat tubuh melayang dari ketinggian dan hancur berantakan di aspal jalan...
jadi kusudahi saja, mestinya bain masih duduk di roof-top itu, dikelilingi entah berapa banyak para good samaritan5, aku mau tidur saja, dan semoga tidak dibangunkan oleh berita kematian...
shontelle, penyanyi dan penulis lagu kelahiran barbados terkenal dengan single hitnya impossible (lirik & lagu)
what doesn’t kill you (stronger), salah satu lagu hit dari kelly clarkson (lirik & lagu)
ruok – are you ok?
te-ao: bahasa suku maori di selandia baru, artinya bumi/ibu pertiwi, sering dipakai untuk nama anak perempuan
good samaritan – orang yang dengan sukarela membantu mereka yang sedang dalam kesulitan
(belakang mom, 19.10 wib kamis 11 september 2014  - on the question of amygdala hijack)

Sunday, November 11, 2012

seperti li po

melihat bulan
lewat bayangan di danau keruh
mulut bau naga
pikir kehilangan raga
gentayangan seenaknya
lalu tersedak terdiam tertegun
gerangan apa yang terjadi?
selama ini?
selama masih ada
bau tanah kena hujan
rindukah? atau kesumat yang tersumbat
oleh tatap dan bacaan mu
atas kelana duka aku?
dan tak bisa mencuat juga
sampai saat ini?
selama ini?

(momento, 21.49/11 nopember 2012, joyeux anniversaire oran, rappeler l'odeur de la terre...)

Thursday, October 06, 2011

mind the pain (wouldn't)

tak akan pernah baik untukmu
karena bukan dia tapi masa lalu
yang lengket menutup
hampir setiap pori-pori mu
bahkan setiap abjad pun terselaputi
hingga jangankan rasa,
bahkan tiap katapun tersedak
sukar terucap apa adanya

tak akan pernah lega
karena semua gincu dan bedak
yang kamu oleskan
pada setiap penggal cerita
adalah tidak yang sebenarnya
adalah tidak lebih dari upaya
mengatakan pada dunia
bahwa duka yang kamu punyai
adalah sebab dia
adalah masalah
yang membuatmu tanpa daya

dan jadilah
cerita tentang ngarai
menjadi dongeng tentang jurang
karena kedalaman yang harus di-karang
bukan sianok dan lanskap-nya

apa iya kamu bisa?
padahal
bisa jadi
dia tak pernah
keberatan
menanggung beban
sendirian
jangan
jangan
telah
terdengar
semua bisik dan pembicaraan
dan telah ditahan
semua hinaan
karena toh
kedalaman yang kamu ceritakan
bukan ngarai dan sianoknya
dan
membuat mereka tahu
seperti yang kamu inginkan
yang kamu pentingkan?

dan jadilah hidupmu sekarang
entah berapa jenis berapa dunia
dan di setiapnya ada cerita yang berbeda
dan apakah kamu bisa?
betapa sulit
lahapnya makan di pinggan
jadi cerita keterpaksaan?

(@mom, 6 oktober 2011, thatboyisjustanickname)

Thursday, March 04, 2010

jerry's epitaph

his is an earthenware lamp
and the flame has gone out
and the flesh turns again to clay
and as dirt is tossed on the seven seas
and au revoir to you
(babarsari, 4 maret 2010)

Tuesday, October 27, 2009

elmo's epitaph

aku masih ingat pagi itu
sehari sebelum kamu pergi
di antara lemah lunglai mu
tiba tiba bangun menghampiriku
kaki kanan depanmu naik ke pahaku
kau garuk garuk dengan pandang elmo mu
pamitkah kamu?

(aku masih ingat jawabku
iya mo, sekarang minggu
besok ke rumah sakit
mungkin harus opname
tapi kamu akan sembuh
pasti karena
pnemonia-mu
kambuh
hari ini
makan nutrijel aja ya..?)

lalu kamu tiduran disampingku
menunggu late breakfastku
seperti yang sudah sudah
dulu
ketika kita masih bersama
ada aku, kamu, helmig dan teh si kucing itu
ahh... tentu saja ada
ibu
awis
ujang
dan ilu

iya elmo
aku tahu
aku dan dia tidak bisa menepati janji itu
dan kupikir
kamu pergi setelah
setahun persis menunggu
dan kamu tidak suka
kehidupan sekarang?
tanpa canda malam hari dan teriakan pagi
elmo...! jangan ribut!
nooooooooo elmo!
dan daadaaag elmo?
sometime ketika wiken?
ketika kami harus pergi agak lama?
lalu dibalik pintu sorong itu
pandang matamu mengharu?
menunggu kami kapan pulang
merindukan lonjakan ke ilu
kalau perlu sampai dia terjengkang di sofa itu?
dan pandang matamu tak berhenti
sampai kami menghilang
di kelokan itu..!

(air mataku mengalir sekarang
tidak lagi menggenang
tidak tahan aku
tidak sekedar kehilanganmu
tapi kehilangan semua kehidupan itu
dan tuntas dengan pergimu)

duh
tak mampu aku
meneruskan
selamat jalan
elmo
........
salam untuk semua
helmig teh ceret
silabrador zarlik
biko han bun
siapa lagi ya?
ah mudah saja
cari saja yang nama akhirnya
sama denganmu
pasti
itu
keluarga
kita

(berkelebat semua memori itu
membawa kamu ketika masih kecil
ringkih dan lucu
sakit dan opname
dan ketika
kamu membesar dan menjelma
jadi yang paling tampan sedunia
mencuri fokus di mana-mana)










au revoir elmo :'(
salam dari tiluts untukmu
dan kamu tahu betapa sayangnya
dia
padamu...
dan
kendi, binte, binti
dan
silat (kupasang fotomu dengan dia)
akan selalu
merindukanmu...

(cilegon.27.10.09, elmo fire *******, tadi malam passed away di jogja)

Tuesday, October 20, 2009

menjelang sore

sesak sekali dada ini
sesal kah?
atau tak jenak?
dan ketika aku gemetar
sekarang ini...
apa yang kamu rasakan?

(bayang-bayang sore menyapa
bau matahari merebak
duduk dan minum kopi
lalu terlena....)

.... and shadows wash the room.
and we sit and drink our coffee
couched in our indifference,
like shells upon the shore
you can hear the ocean roar
in the dangling conversation
and the superficial sighs,
are the borders of our lives

(italic... cuplikan dari dangling conversation: simon & garfunkel)

Monday, June 29, 2009

the buyodi series (2)

tea for two
do u mind?
senja hangat disentuh lidah ombak
ataupun
pagi dingin dibelai angin cemara
(oui.. c'est le reveil matin par excellence)
toh biru kataku laut katamu
hijau u call it, daun bagiku?
jadi..?
pu-erh ataupun darjeeling
tak masalah bagiku
kerna hasrat
saat
ini
adalah
just
a
tea
for
two
w/ u?

(jingetod.june.27.2009/19.18.are.we.really.going.?)

sore itu
aku tahu betapa
bergegasnya kamu
betapa menyesal dan gundah
dan tak tahu apakah itu maumu
apalagi ketika teringat sepanjang hari itu
sekedar tegur sapakah?
atau
lagak gerak
tingkah laku
mu/ku
adalah
memang
tukar
menukar
tanda
bahwa
rasa
itu
memang
ada?

(jingetod.june.27.2009/19.38
entah.kenapa.sore.itu.selalu.mengganggu)


take five
is just a song
sama dengan spain
dan juga
heaven and earth

tapi quando quando
selalu membayangiku
dimana saja aku
kapanpun
kamu
merasuki
ku

jadi
please
tell
me
quando
quando
quando

please
tell
me
when...?

(jingetod.june.27.2009/19.55.everyday.seems.a.lifetime)


compare to what?
to all those beautiful years
we have passed and ruined?
to all friends and foes
found during those heydays?
to all those honourable animal beings
we've lived with?

do u dare?
talk to them
that u feel sorry?

come
on
c...!

compare
to what?
to our
new
me/you
things?

omigod...!
u called it thing?
we used to call it living!
remember?

come
on
c...!

(jingetod.june.27.2009/20.07.during.the.angry.me.ilunyeto)


miaceh dan malam panjang itu
adalah ingatan yang menggebu
pada kemungkinan
dan
membayangkan
akan seperti apa
nantinya
dan
apa bisa?

adalah ketakutan
pada yang silam
jangan jangan
memang ada
ujung
lingkaran?

dan juga
membayangkan
letih lelah
jalan panjang
balik lagi
arah pulang

apa bisa?

dan juga
sambil kulupakan
percakapan
sepanjang jalan
kubiarkan
cawan tergolek
sendawa tak berbau
tidur tak berbunga
dan juga
sambil tetap
kudengarkan
bisikan
itu
apa bisa?
apa
bisa?

(jingetod.june.29.2009/10.52.during.the.dispersed.mind)

Tuesday, March 25, 2008

fisherman's almanac
















aku tidak tahu
harus kuapakan gambar itu
mungkin kerna
aku tidak mampu
meniru gerak
dan tingkah sombong
tak terkalahkan
yang membuat duka kuyup
kedinginan dan meringkuk
kadang tersedak
menahan jarak
antar isak tangis
helaan napas
dan sedu sedan
yang aku sendiri
tak bisa membayangkan
kalau harus
menanggungnya
sendiri
entahlah
(membusungkan dada
mencerca dunia
ini aku!)
apa bisa?

(tiebet25maret08ingatpadangdanpantaipurusnya
danibumelukisdiantaranelayandanpemancingpujaannya)

for freyja and sixteen others



Wednesday, March 05, 2008

mehraba! turkiye!



















kehilangan adalah ketidaksempurnaan pada rasa memiliki
yang kemudian kamu kucurkan lewat sebentuk duka
lalu bisa jadi
ada dendam dan lara lapa
atau kerelaan
yang tak terhingga batasnya
yang kemudian
tak ada jalan lain
kamu serahkan pada jagad
dan penguasanya
lalu sedikit harap
semoga tidak sia sia
tidak menjadi bangkai
begitu saja

dan aku jadi teringat
pada bergelas raki yang pernah kita tenggak bersama
dan bercangkir kopi penuh ramalan di istambul lama
sesak jalan di grand bazaar yang selalu kita tembus dengan tawa
suada congar, cigdem gurel dan jem ekmeci... siapa lagi ya?
mandi hamam yang tak pernah kita nikmati
serta
para darwis
yang menggasing
membuatmu
terlena

dan kutulis ini untukmu
para seljuks dan anatolian
aku ikut berduka
mehraba!
turkiye!

(trapnest/5maret08/12.27wib - foto di scan & di b/w tanpa ijin dari the jakarta post 28 februari08/page 12)

Monday, February 25, 2008

goodbye panay: exitenter and the untold stories

panay
keributan antara loa janan dan loa kulu
perang mulut antara penajam dan long ikis
panggung ferosemen di babulu laut
sosialisme dan persahabatan di tanah grogot
sampai
daging tikus dan escargot yang kurang bumbu
memancing gabus diantara pup dan ketakutan
kegaduhan ribuan kambing dan sapi kita
tungku dua lobang tiga lobang so what?
dan juga simpul itu...
yang benarkah men-simpul-kan kita?
sapaan dikyut mu saat pagi dan sore hari
yang hanya itu di dunia

lalu apa lagi ya?
ahhh. . .
tentu saja wonosobo wonolelo wonosari
dengan honda ge-el yang kamu sayangi
meretas konflik dan pertengkaran
mencoba menjalin kesepakatan
dan
atau
kita dilempar ke jalan

dan tentu saja
sapaan anton mu ke dia
aku rindu itu (dan aku senyum sekarang)
karena hanya kamu yang mampu
lalu kita rasani dia habis-habisan
diantara makan siang menu plastik warna warni
di kamar bawah tempat pak djoko memendam diri
dengan laboratnya yang entah gudang entah sarang
diselingi ketawa mintar membawa kopi dan bentoel ke menara
lalu om pri senyum lebar ikut menyapa
dan andre dan dodik dan saipul dan swan dan sri dan momon
ahhh... pasti mereka juga kangen kamu sekarang

panay
selamat jalan
ada banyak cerita memang
yang tak mungkin aku ceritakan ke orang
karena batas logika tak pernah mencapainya
(belum, bukan tak pernah! katamu)
dan apa kita juga sampai hati mengatakannya
dan apa mereka juga mengerti kata kata kita
dan apa jugalah gunanya?

panay
masih banyak unfinished busine . .
(duh betapa gemasnya kita dengan dua huruf s itu ya..?)
and then you were there . .
karena kamu sudah tidak ada
bahkan kau lewati jalan surga begitu saja
lalu kamu mau kemana panay?
harapanku
semoga terjawab
tanyamu selama ini:
akan jadi seperti apa
orang orang
seperti kita
nantinya?'

(mengenang panay-meninggal24februari08.06.15wibdijogja)

Friday, February 08, 2008

ra/802 (#4)

sudah
kucoba
semua

di
me
ber
ter

lah
kah
tah
pun

tak
juga
tertulis
yang
kuinginkan

kenapa
aku
ini?

lelah
ini
sudah
tak
tertahan
kan?

(trapnest/8feb08/22.49wib/remembering today... years ago, the day the music die)

ra/802 (#3)

dan lelaki itu menitikkan tinta rasa
lalu merengkuh matahari senja
yang
tak lama lagi
akan
moksa

dan matahari pun meronta duka
ketika meredup rona
senyum pun penuh luka
lalu
lirih
aku
akan
selalu
menjagamu
bisiknya

dan lelaki itu
menggantang rasa
dilemparnya ke angkasa
dan matahari
pun
moksa

(trapnest/8feb08/22.31wib/remembering today... years ago, the day the music die)

ra/802 (#2)

ra,
aku banyak belajar darinya
tentang kepedihan yang harus dikeluarkan
dan rasa gamang yang tak boleh ditularkan
ataupun masa lalu yang mestinya bukan untuk diceritakan

dan ra,
aku juga tahu lebih banyak tentangnya
bahwa rasa dan raga kadang tidak pernah bisa satu kata
tidak seperti kepercayaan kita
pada laku apa adanya
kerna aku baru tahu akhir akhir ini
rupanya banyak sekali jenis loteng hati
dari yang tak berkunci
sampai yang tak pernah dikunjungi
dan
akupun mulai curiga
tentang loteng hati....
punyakah kita
selama ini?

ra,
aku juga baru sadar
ketika keanggunan bagimu adalah aliran yangtze
dan aku selalu bilang mahakam adalah jeram romantisku
lalu kenapa kita tak pernah
bicara tentang
liarnya progo
dan mekong yang sombong?
apakah
keduanya
memang kita tinggalkan?
supaya
aku bisa bicarakan
dengannya
lalu kamu lenakan aku
sehingga
kata kataku
leluasa
dan
penuh rasa?

ra,
aku juga menyesal
memberitahunya
begitu saja
karena seharusnya
menunggu
tanda
darimu
yang tak kunjung
tiba :-(

(trapnest/8feb08/22.08wib/remembering today... years ago, the day the music die)

ra/802 (#1)

ra, kalau kamu ingin tahu
betapa kangennya aku padamu saat ini
ya itu sama saja dengan beribu malam
yang tak pernah bisa kita habiskan bersama
hanya karena sepenggal kata
sejengkal jarak
dan sebatas ruang
antara kita
yang tak pernah bisa sama

hanya saja
sekarang ditambah dengan rasa sedih berkepanjangan
karena telah kusakiti sejenis rasa
yang selama ini tak tahu apa apa
dan tiba tiba tercampak ke lorong waktu kita dulu
dan seakan menjadi kamu
dan seolah aku tak perlu minta tolongmu
bukan karena tak mau
tapi....
ahhhh kamu sekarang pasti tahu!

(dan sejenis rasa itu seakan menghujatku
siapa aku yang beraninya menentukan jalan hidup
mengajak kebersamaan yang bahkan tak pernah muncul
pada seburuk buruk
mimpi buruk hidupnya?)

dan kesedihan itu makin menghantu
ketika ketakutan kita yang dulu
yang menyelingi rasa berani dan pantang menyerahmu
seakan mengajak dan menantangku
untuk meninggalkan semua ini
dan berlari kerumahmu

ra, sebegitu besarkah rasa kangenku?
atau aku takut menghadapi semua ini tanpamu?
atau telah menjelmakah kamu
pada
sejenis
rasa
itu?

(at mom's/8feb08/21.13wib/remembering today... years ago, the day the music die)
 
 free web counter Counter Powered by  RedCounter